Catat! BAZNAS Mulai Lirik Potensi Zakat BUMD yang Besar

Redaktur 06 Apr 2021, 23:52:06 WIB ekonomi
Catat! BAZNAS Mulai Lirik Potensi Zakat BUMD yang Besar

Jakarta (Bisnis Syariah) - Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam, Raden Edi Prio Pambudi mengatakan, selain mendukung per tumbuhan ekonomi, pemerintah juga ingin mempercepat penanggulangan kemiskinan.

“Disamping itu juga ingin mengurangi kesenjangan antar individu dan antar daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya saat menyampaikan materi presentasi berjudul : Peran Kemenko Perekonomian dalam Pengelolaan Zakat Nasional pada hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2021 di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Senin (05/04/2021).

Menurut dia, dalam hal menghimpun dan menyalurkan (mengelola) zakat nasional, Presiden Joko Widodo pada tahun 2017 meluncurkan Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif).

Baca Lainnya :

Laku Pandai tersebut merupakan salah satu kebijakan dari Peraturan Presiden No 82 Tahun 2016 yang telah diperbaharui dengan Perpres No 114 tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). “Sejak diluncurkan pada tahun 2015 hingga 2017, tercatat sebanyak 5.119.595 rekening dengan dana simpanan sebesar 2.1 milyar rupiah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menuturkan, jika pengumpulan dana zakat nasional (quick wins) melalui zakat ASN, BUMN, BUMD, yang pertama diimplementasikan, maka pengumpulan dana zakat nasional akan mencapai total Rp.27.9 Triliun. “Potensi ini merupakan pengumpulan zakat dari aparatur sipil negara (ASN) sebesar Rp.3.9 trilun, potensi zakat BUMN sebesar Rp.6.2 Triliun, dan potensi zakat BUMD sebesar Rp.17.8 Triliun,” rincinya lagi. (trj/rls)




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook