Cegah Bias Informasi Pembukaan Umrah 1 November, Kemenag Kota Serang Edukasi Calon Jemaah Secara Onl

Mario Effendy 04 Okt 2020, 12:47:59 WIB Haji dan Umrah
Cegah Bias Informasi Pembukaan Umrah 1 November, Kemenag Kota Serang Edukasi Calon Jemaah Secara Onl

Banten, Bisnis Syariah - Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Kota Serang, Banten, Deni Rusli menuturkan, informasi rencana dibukanya kembali umrah buat seluruh warga asing, membuat pemerintah terpanggil untuk memberikan informasi yang lurus kepada calon jemaah. Sebab, tidak sedikit calon jemaah dan keluarganya yang gagal berangkat umrah akhir Februari lalu akibat wabah virus Covid-19 banyak bertanya kepada aparat Kementerian Agama.

“Dan alhamdulillah, zoom meeting hari ini berlangsung lancar sesuai dengan yang diharapkan. Meski tak bisa bertatap muka secara dekat karena masih wabah Covid-19, namun hanya melalui layar virtual inilah kami berusaha membantu memberikan edukasi tentang pembukaan umrah pada 4 Oktober besok,” tuturnya, saat menjadi nara sumber dalam kegiatan zoom meeting bersama calon jemaah umrah, asosiasi Aliansi Travel Moeslim Indonesia, Aparatur Sipil Negeri (ASN) Kementerian Agama dan alumni petugas haji, Sabtu siang, (03/10/2020).

Memang, sambung dia, mulai 4 Oktober direncanakan umrah akan dibuka oleh pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. “Namun sekali lagi itu hanya khusus buat warga Saudi dan ekspatriat yang dalam hal ini warga negara asing yang sudah tinggal lama di Saudi selama lebih dari 2 tahun. Dan kuota ini pun terbatas. Nanti kuota akan dibuka penambahan secara bertahap sembari melihat situasi penyebaran Covid-19. Dan khusus untuk warga asing di luar Kerajaan Saudi akan diumumkan pada 1 November mendatang. Jadi sekali lagi apakah jemaah umrah Indonesia boleh ke sana, jawabannya tunggu pengumuman resmi dari pemerintah Saudi pada 1 November nanti,” pungkasnya kembali. 

Baca Lainnya :

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Aliansi Travel Moeslim Indonesia (ATMI), Wawan Suhada menyampaikan, jika jadi dibuka maka bisa berimplikasi kepada ongkos perjalanan umrah yang ditanggung oleh masing-masing calon jemaah. “Dan juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat,” tandasnya lagi. (rio)




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook

Lihat semua komentar

Tuliskan komentar