FKAPHI : Menumbuhkan Empati Berbelanja di Warung Umat Itu Penting

Redaktur 05 Mar 2021, 10:52:26 WIB ekonomi
FKAPHI : Menumbuhkan Empati Berbelanja di Warung Umat Itu Penting

Keterangan Gambar : foto:ist/forshei.otg


Jakarta (Bisnis Syariah) – Saat situasi ekonomi saat ini sedang sulit maka menumbuhkan semangat berbelanja di warung-warung milik umat itu sangat penting. Sebab, hal itu sangat membantu mengurangi beban umat yang memang ikut terdampak dari penyebaran virus Covid-19 yang saat ini belum kunjung selesai.

“Oleh sebab itu, kami di sini mengajak bapak-ibu semua untuk menumbuhkan empati berbelanja di warung milik umat. Sehingga, sangat penting dalam diskusi saat ini untuk mengetahui apa itu menumbuhkan empati berbelanja di toko swalayan milik umat. Demikian pentingnya hal itu maka akan dibahas di dalam diskusi hari ini,” ujar M. Wildan Samani, Koordinator Direktorat Dakwah, Bimbingan dan Penyuluh Haji dan Umrah Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI), saat menjadi nara sumber dalam kegiatan Bincang Ekonomi Umat yang dihadiri oleh pengurus MUI, tokoh masyarakat, pemuda dan alumni petugas haji dari seluruh Indonesia, Sabtu malam, (20/02/201)

Dalam kesempatan itu, ia kembali menyampaikan, empati kognitif adalah kemampuan untuk memahami perasaan dan pemikiran seseorang. “Empati juga didefinisikan sebagai respon afektif dan kognitif yang kompleks pada distres emosional orang lain. Sedangkan distres itu adalah respon emosional dan fisiologis terhadap peristwa yang dinilai menekan, mengancam dan memberikan dampak negatif bagi individu yang ditandai dengan gejala depresi dan kecemasan,” terangnya.

Baca Lainnya :

Lalu, sambung dia, empati juga termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah dan mengambil perspektif orang lain. Selain itu, empati juga mengandung pengertian kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda yang mencakup spektrum yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan serta mengaburkan garis antara dirinya dan orang lain. (rio)

 




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook