Inilah Kriteria Produk Digital Impor yang Dikenai Pajak

Mario Effendy 02 Jul 2020, 13:25:39 WIB Teknologi
Inilah Kriteria Produk Digital Impor yang Dikenai Pajak

Jakarta, Bisnis Syariah - Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Hestu Yoga Saksama mengatakan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) baru-baru ini sudah merilis kriteria produk digital impor yang dikenai pajak. Yaitu produk atau jasa digital asing itu bisa berupa aplikasi, layanan streaming film seperti Netflix hingga streaming musik Spotify. 

“Nantinya pemungutan pajak akan dilakukan oleh pemungut PPN produk digital luar negeri dan akan ditunjuk oleh Ditjen Pajak. Pelaku usaha yang belum ditunjuk tetapi memilih untuk ditunjuk dapat menyampaikan pemberitahuan kepada Direktur Jenderal Pajak,” bebernya, dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan, Selasa, (30/06/2020).   

Baca Lainnya :

Lanjut dia, pelaku usaha e-commerce yang dalam kurun waktu dua belas bulan memiliki nilai transaksi penjualan produk digital kepada pembeli di Indonesia melebihi Rp600 juta dalam satu tahun atau Rp50 juta dalam satu bulan, atau memiliki jumlah traffic atau pengakses di Indonesia melebihi 12 ribu dalam satu tahun atau seribu dalam satu bulan dapat ditunjuk sebagai pemungut pajak pertambahan nilai. (bs1/rilis/net)




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook

Lihat semua komentar

Tuliskan komentar