Lewat Video Youtube, BSTravel Sosialisasikan Info Terbaru Pembukaan Umrah

Mario Effendy 24 Sep 2020, 14:25:12 WIB Haji dan umrah
Lewat Video Youtube, BSTravel Sosialisasikan Info Terbaru Pembukaan Umrah

Jakarta, Bisnis Syariah – Pimpinan biro perjalanan umrah BSTravel, Wawan Suhada mengatakan, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia berencana akan membuka kembali perjalanan umrah.

“Kami menyadari situasi saat ini banyak diperoleh calon jemaah dari berbagai sumber seperti dari sosial media yang langsung dari Arab Saudi maupun Kementerian terkait maupun dari rekan-rekan pengusaha perjalanan ibadah haji dan umrah. Oleh sebab itu, BSTravel berkewajiban memberikan informasi terbaru terkait dengan kebijakan yang diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi Arabia bahwa 4 Oktober 2020 akan dibuka izin melaksanakan ibadah umrah bagi penduduk Arab Saudi maupun ekspatriat yang saat ini berada di Arab Saudi,” pungkasnya saat dihubungi wartawan usai memberikan keterangan informasi umrah dalam bentuk video yotube, Rabu kemarin, (23/09/2020).

Lanjut dia, dengan catatan itu dibuka 30 persen dari estimasi kapasitas Masjidil Haram  dan Masjid Nabawi 6 ribu jemaah per hari.  “Pada tahap berikutnya Insya Allah pemerintah Saudi akan membuka kembali pada 18 Oktober, yaitu dua minggu setelah fase pertama. Ada pun kebijakan ini dibuka untuk warga Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Saudi untuk diperbolehkan melaksanakan ibadah umrah. Dengan catatan dibuka 75 persen dari kapasitas jemaah umrah 15 ribu perhari,” tuturnya.  

Baca Lainnya :

Jadi, lanjut dia, pada fase kedua ini terjadi peningkatan sebesar 45 persen. Hanya dalam waktu dua minggu pemerintah Saudi meningkatkan kapasitas dari 30 persen menjadi 75 persen. Warga asing dari luar Saudi masih belum diperbolehkan. Lalu 1 November, Insya Allah pemerintah Saudi akan membuka kran 100 persen kapasitas Masjidil Haram yang sekitar 20 ribu perhari untuk jemaahj umrah dan 60 ribu jemaah ketika sholat di Masjidil Haram. Ini masih diperuntukkan buat warga negara Saudi dan ekspatriat yang sudah tinggal di Saudi. Untuk warga di luar Saudi masih belum diperbolehkan,” pungkasnya lagi.

Lalu, sambung dia, pada tahap keempat, 1 November juga akan diputuskan apakah akan dibuka atau tidak untuk warga di luar Kerajaan Saudi.  Jika dibuka maka Saudi akan menerapkan daftar negara-negara yang diperbolehkan masuk ke sana. “Kemungkinan besar bagi negara-ngara yang masih tinggi penyebaran Covid-19, maka tidak termasuk dalam daftar yang diperbolehkan. “Jika Indonesia masih dianggap belum aman, maka tidak diperbolehkan. Ini patut dicatat. Jadi, bisa jadi Indonesia diperbolehkan, bisa juga tidak diperbolehkan sampai penyebaran Covid-19 bisa dikontrol atau ditangani dengan baik,” bebernya lagi. (rio)




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook

Lihat semua komentar

Tuliskan komentar