Pemerintah Minta PPIU Memprioritaskan Pemberangkatan Jemaah yang Tertunda Akhir Februari Lalu

Mario Effendy 21 Nov 2020, 12:15:05 WIB Haji dan umrah
Pemerintah Minta PPIU Memprioritaskan Pemberangkatan Jemaah yang Tertunda Akhir Februari Lalu

Jakarta, Bisnis Syariah - Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, M. Arfi Hatim meminta perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memprioritaskan pemberangkatan jemaah yang tertunda akhir Februari lalu.

“Lantaran ada kebijakan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang mengatur bahwa jemaah umrah harus berusia antara 18 sampai 50 tahun, maka wajib mengikuti persyaratan tersebut. Selain itu, ada persyaratan lainnya yakni tidak boleh memiliki penyakit penyerta, seperti gagal ginjal, sakit paru dan lain sebagainya,” jelasnya saat menjawab pertanyaan Nurhasanah, tentang mekanisme keberangkatan jemaah yang tertunda pada kegiatan webinar Bincang ATMI, Jumat, (20/11/2020).

Selain itu, sambung dia, juga harus disampaikan apa adanya kepada jemaah yang tertunda jika ingin berangkat pada umrah new normal ini maka ada konsekuensi penambahan biaya. “Sehingga, jika ada yang mau berangkat, maka harus mengikuti biaya umrah terbaru itu. Dan ini menjadi pertimbangan jemaah juga, apakah jemaah mau berangkat, atau diundur sampai ditemukannya vaksin.," terangnya lagi.

Baca Lainnya :

Lanjut dia, apakah ingin direfund, semua dikembalikan atau diserahkan kepada pilihan jemaah itu sendiri. "Jika ingin berangkat sekarang ini, maka akan mengalami kondisi harus diswab beberapa kali. Juga akan mengalami karantina, tidak sebebas sebelum terjadi pandemi ini,” tambahnya lagi. (rio)




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook