Pengusaha UMKM : Prosedurnya Hampir sama, Tetapi Agak Lebih Ruwet Sedikit

Mario Effendy 29 Des 2019, 11:13:47 WIB ekonomi
Pengusaha UMKM : Prosedurnya Hampir sama, Tetapi Agak Lebih Ruwet Sedikit

Jakarta, Bisnis Syariah - Pemilik produk Denil Puding Surabaya Dedy Kurnia Sunarno mengaku bingung saat melakukan pengurusan sertifikat halalnya. Pasalnya, pada November lalu, masa berlaku sertifikat halalnya sudah habis, sehingga harus diperpanjang. Namun demikian, saat bertandang ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), ia diberitahu harus langsung mengajukan sertifikasi ke BPJPH Kementerian Agama (Kemenag).  

"Katanya ngurusnya bukan di MUI lagi tapi Kemenag, jalurnya berbeda, terus prosesnya bukan perpanjangan, tapi ajukan dari awal. Akhirnya saya browsing-browsing, ternyata prosedurnya hampir sama, tapi agak lebih ruwet sedikit," ujarnya kepada wartawan, Ahad, (29/12/2019).

Implementasi kewajiban sertifikasi halal masih terkendala, meski sudah ada Undang-Undang (UU) Jaminan Produk Halal (JPH) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Tak pelak, hal itu sering membuat pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengalami kebuntuan saat melakukan pengurusan sertifikat tersebut.  

Baca Lainnya :

"Jadi pas seleksi halal, materi itu bisa langsung dipraktikkan. Kalau sekarang daftarnya pakai online, belum tahu saya bagaimana. Pelaku UMKM tidak bisa dibandingkan dengan pengusaha besar, ya beda," kata Dedy. (rahmat/net)




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook

Lihat semua komentar

Tuliskan komentar