Peserta Jagong Haji Ramadhan Minta Syarat Ikut Seleksi Petugas Haji Dicantumkan Bukan Perokok

Mario Effendy 23 Mei 2020, 12:26:45 WIB Haji dan umrah
Peserta Jagong Haji Ramadhan Minta Syarat Ikut Seleksi Petugas Haji Dicantumkan Bukan Perokok

Kalimantan Barat, Bisnis Syariah – Peserta Jagong Haji Ramadhan 2020, H. Sayid mengusulkan, hendaknya pemerintah mencantumkan syarat tak merokok bagi yang ingin menjadi peserta seleksi petugas haji di tahun mendatang. “Sebab, persyaratan hal ini sudah diterapkan kepada yang ingin ikut seleksi petugas haji di Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) bukan perokok. Persyaratan ini sudah diterapkan di TKHI, maka bisa nggak persyaratan ini juga bisa diterapkan untuk petugas lainnya di TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), petugas katering, akomodasi, transportasi, termasuk petugas mukimin yang direkrut setiap musim haji,” ujarnya saat mengikuti kegiatan Jagong Haji Ramadhan dengan tema : Tips Menjaga Kesehatan Jemaah Haji yang dihadiri pengurus wilayah provinsi, kepala bidang haji dan kepala seksi haji dari seluruh Indonesia, Jum’at, (22/05/2020). 

Karena, sambung dia, hal itu pernah dialami pada musim penyelenggaraan haji 2018. “Saya bukan perokok, tapi satu kamar dengan temen-temen petugas perokok semua. Sebetulnya, diantara kami ada dokter juga yang akhirnya dokter ini kemudian memutuskan pindah kamar, akibat situasi yang demikian. Karena ingin menjaga kekompakan sesama petugas, akhirnya saya memutuskan untuk tetap berada di situ. Tidak pindah kamar juga. Tetapi begitu saya pulang ke Indonesia, ketika saya cek paru-paru saya, di paru-paru saya, terdeteksi ada kerusakan akibat asap rokok tersebut. Jadi saya setuju dengan usulan nara sumber bu dokter Fitri agar petugas haji memberi contoh kepada jemaah, untuk tidak merokok, yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan jemaah itu sendiri,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia, ironisnya lagi ada petugas haji yang jualan rokok kepada jemaah. “Ini banyak dilakukan khususnya petugas-petugas haji mukimin. Saya rasa ini perlu menjadi catatan serius agar tidak terulang lagi. Karena harga rokok di sana sangat mahal, dan ini godaan yang cukup berat. Dan ini tantangan buat FKAPHI untuk bisa memperbaikinya,” pinta pria asal Nunukan, Kalimantan Utara ini lagi.

Baca Lainnya :

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FKAPHI), Affan Rangkuti menyampaikan, terkait petugas yang merokok dan juga ikut jualan rokok menjadi salah satu tema yang menarik untuk didiskusikan.

“Ada dua bilik dalam permasalahan ini. Bilik pertama soal rokok, hukum merokok. Ada hukum fiqih yang mengatakan boleh dan ada juga yang tidak boleh. Waktu pelatihan memang dikatakan boleh petugas merokok tapi jangan jualan merokok. Di Arab Saudi juga begitu aturannya boleh merokok tapi jangan jualan rokok. Namun demikian, ini sebuah usulan yang bagus. Dan saya sangat setuju sekali dengan usulan ini. Jadi, ke depan ini harus didorong, agar rokok ini jangan jadi ancaman lagi terhadap kesehatan jemaah,” ujarnya. (rio)  




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook

Lihat semua komentar

Tuliskan komentar