Selama Masa Pandemi, IBL Akui Kehilangan Pemasukan Dari Penjualan Tiket

Mario Effendy 26 Jun 2020, 14:43:52 WIB Olahraga
Selama Masa Pandemi, IBL Akui Kehilangan Pemasukan Dari Penjualan Tiket

Jakarta, Bisnis Syariah - Direktur Utama IBL Indonesia, Junas Miradiarsyah menuturkan, untuk mengurangi konsekuensi biaya yang mesti ditanggung baik oleh penyelenggara maupun klub, tengah diupayakan kewajiban tes usap reaksi rantai polimerase (PCR) sebagai syarat melanjutkan kompetisi musim 2020, bisa ditanggung pihak swasta. 

Upaya tersebut, lanjut dia, mengingat, skenario liga musim ini yang direncanakan digelar secara tertutup juga telah membuat IBL harus kehilangan pemasukan dari penjualan tiket. "Kami harap apabila ada pihak baik pemerintah ataupun swasta yang bisa mendukung hal ini maka ini bisa lebih bagus lagi. Kami masih berupaya buka komunikasi dengak pihak-pihak yang mempunyai fasilitas (tes PCR) tersebut," kata Junas, sebagaimana dilansir Antara, beberapa waktu lalu. 

Baca Lainnya :

PP Perbasi dalam panduannya memang mewajibkan para pemain, ofisial, dan staf yang terlibat di IBL 2020 untuk melakukan tes PCR. Tes tersebut dilakukan sebelum kompetisi dimulai dan berkala selama sepekan saat liga sedang berlangsung. Sementara manajemen IBL hanya akan menanggung biaya penyelenggaraan, sehingga tes sepenuhnya harus ditanggung sepenuhnya oleh klub. (bs1)




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook

Lihat semua komentar

Tuliskan komentar