Sungguh Kejam, Travel Nakal Kembali Menipu Jemaah

Mario Effendy 19 Jan 2021, 10:00:34 WIB Haji dan umrah
Sungguh Kejam, Travel Nakal Kembali Menipu Jemaah

Kalsel (Bisnis Syariah) – Oknum travel nakal melakukan penipuan jemaah kembali terjadi. Kali ini menimpa calon jemaah umrah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dampaknya, membuat sebagian besar masyarakat menjadi takut memilih travel umrah yang dipercaya, bisa dengan baik, memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci. 

Kenakalan pemilik PT Travelindo Lusyana sungguh sangat kejam. Dengan iming-iming, sangggup memberangkatkan ke Tanah Suci, oknum tersebut sukses melakukan penipuan kepada jemaah. Tak ada rasa kasihan sedikitpun, terhadap jemaah. Dengan pongahnya, uang itu dibawa lari untuk kebutuhan sehari-hari. Akhirnya, atas dugaan penipuan itulah, korban pun melapor ke polisi. 

"Pemilik PT Travelindo Lusyana berinisial SP (48), sudah kami tangkap. Dan telah ditetapkan sebagai tersangka," terang Kasubdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel AKBP Andy Rahmansyah di Banjarmasin, Minggu (17/01/2021), dikutip dari kantor berita milik pemerintah, Antara. 

Baca Lainnya :

Terungkapnya aksi penipuan biro perjalanan ibadah umrah itu bermula dari laporan korban Heny Widyawati (48) ke Polresta Banjarmasin pada 30 Januari 2020. Korban bersama beberapa orang lainnya mengaku telah menyetorkan uang tanda jadi untuk berangkat umrah sebesar Rp862 juta pada 28 Agustus 2017, dengan kesepakatan keberangkatan sekitar tahun 2018.

Namun faktanya, sampai sekarang para korban tidak juga diberangkatkan. Dan tidak ada kejelasan dari tersangka, selaku pemilik PT Travelindo Lusyana. Dari serangkaian penyelidikan akhirnya polisi menetapkan terlapor sebagai tersangka. Namun jejaknya menghilang. Dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terhitung September 2020. "Jadi Polresta Banjarmasin didukung Polda melakukan penangkapan tersangka yang buron selama ini. Pelaku diringkus Jumat (15/01), kemarin, di Jalan Nagasari, seberang Hotel POP Banjarmasin,” terang Andy lagi. 

Atas perbuatannya melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, tersangka dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 atau Penyelenggaraan Ibadah Haji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (1) atau Pasal 63 ayat (1) Undang-Undang RI No 13 Tahun 2008. (rio/ant/net)

 




Tuliskan komentar facebook

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook