- Tingkatkan Kualitas Layanan KRL, Inilah Pesan Danantara Pada Direksi KAI : Susun Master Plan
- Sosialisasi Tabungan Haji, Christ Maharani Handayani Dorong Jemaah Rencanakan Biaya ke Tanah Suci
- Gelar Seminar Internasional Secara Online, BAZNAS Ajak Pelajar Bangun Jaringan Global Sejak Dini
- Inilah Pesan Inul Daratista, Usai Menerima Penghargaan Dari BAZNAS di Jakarta
- Christ Maharani Handayani Ajak Jemaah Siapkan Dana dan Kesehatan untuk Ibadah Haji
- Terungkap, Mengapa Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP
- Buka International Zakat di Senayan, BAZNAS : ZIS Bagian Penting Ekosistem Ekonomi Syariah
- Sisihkan 79 Peserta, BAZNAS Berhasil Meraih Juara 1 Public Relation Excellence Awards 2026
- Wow, Tahun Ini Bank Mandiri Sukses Menyabet Penghargaan Grand Champion
- Raih Penghargaan BAZNAS, ANGKASA Malaysia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Umat
Jika Hari Arafah Jatuh 17 Juli, Persiapan Penyelenggaraan Haji Hanya 6 Bulan

Banten (Bisnis Syariah) – Pelaksana
Tugas (Plt) Kasubdit Advokasi Haji, Direktorat Bina Haji, Ditjen
Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, H. Affan Rangkuti berharap,
seluruh pegiat penyelenggaraan haji terus melakukan Komunikasi Informasi
Edukasi (KIE) ke tengah-tengah masyarakat.
“Kami berharap gerakan KIE ini terus
dilakukan ke tengah-tengah masyarakat, meski belum ada kepastian apakah
penyelenggaraan haji di tahun 2021 bisa dilaksanakan atau tidak,” ucapnya saat
menjadi nara sumber dalam kegiatan webinar Komunikasi Informasi Edukasi Virtual
Advokasi Haji yang dihadiri peserta dari unsur jemaah haji, KBIHU (Kelompok
Bimbingan Ibadah Haji Umrah), pemerintah daerah, ormas Islam, penyuluh KUA
(Kantor Urusan Agama), tokoh masyarakat, alumni petugas haji dan ormas Islam di
Kota Tangerang Selatan, Banten, dan disiarkan secara langsung melalui facebook,
Jum’at malam, (04/12/2020).
Lanjut dia, dalam penyelenggaraan haji ke depan, akan ada dua peran penting. “Kita tidak membahas skenario batal. Kita bahasa skenario pertama 100 persen berangkat. Dan skenario kedua 50 persen berangkat. Oleh sebab itu ada 2 peran penting yang diharapkan menjadi pemain utama dalam penyelenggaraan ibadah haji nanti. Dan ini sangat mendasar. Peran pertama ada di dalam aspek bimbingan ibadah dan manasik.
Baca Lainnya :
- Sampaikan Usulan ke MPR, Organisasi Alumni Petugas Haji Siap Tangkal Paham Radikal0
- Terapkan Prokes Ketat, Wabup Mempawah Buka Bimbingan Manasik Haji0
- Hari Ini Gerakan Manasik Haji Sepanjang Tahun Bergema di Kalimantan Barat0
- Silaturahmi ke Pemerintah, Pengurus AMPUH Paparkan Program Kerja 20210
- Dianggap Cukup Efektif, Kemenag Gelorakan Manasik Haji Online0
Peran ini sangat
dibutuhkan sekali di tengah-tengah terjadinya stagnasi ibadah haji tahun ini.
“Ini akan menjadi satu sandungan bagi pemerintah, apabila mutu dan kualitas
pengetahuan ibadah jemaah haji yang berangkat ini, tidak dapat tercapai, karena
ada masa stagnan ini. Atau ada masa jeda ini. Kalau kita berhitung 2021 itu
hari Arafah jatuh di tanggal 19 Juli, kalau tidak salah di tanggal itu, mohon
nanti dikoreksi kalau ada yang salah, maka jika dihitung dari situ, sekarang
ini awal Desember, maka kita memiliki lebih kurang waktu 6 bulan untuk
melakukan gebrakan-gebrakan alih pengetahuan jemaah haji, sebagai objek
penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri,” tambahnya. Dan, sambung dia, suka
tidak suka, ini harus dilakukan.
Lalu, yang kedua adalah
kesehatan. “Saya harus melakukan otokritik kepada kesehatan selain juga
melakukan otokritik kepada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Misalnya,
sampai detik ini dakwah kesehatan haji yang kita bangun bersama Kepala Pusat
Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan belum muncul,” tandasnya.
Oleh sebab itu, kata Affan,
sinergitas antara Dinas Kesehatan dengan Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Kota harus dibangun lebih kuat dan lebih awal dengan menghilangkan
ego sektoral masing-masing. Misalnya si A harus lebih awal si B harus lebih
awal. “Hendaknya kita harus satu bahwa melakukan ini semata-mata untuk umat,
untuk bangsa dan negara. Dan yang paling penting, dengan melakukan ini, kita
bisa terhindar dari ghibah dan fitnah, yang bisa membuat kita bisa masuk dalam
pusaran ini,” pesannya kembali. (rio)













