- Terungkap, Mengapa Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP
- Buka International Zakat di Senayan, BAZNAS : ZIS Bagian Penting Ekosistem Ekonomi Syariah
- Sisihkan 79 Peserta, BAZNAS Berhasil Meraih Juara 1 Public Relation Excellence Awards 2026
- Wow, Tahun Ini Bank Mandiri Sukses Menyabet Penghargaan Grand Champion
- Raih Penghargaan BAZNAS, ANGKASA Malaysia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Umat
- Danantara Ungkap Kualitas Pelayanan Juga Jadi Bagian Parameter Penilaian Kinerja Pimpinan BUMN
- Empati Terhadap Penderitaan Keluarga Korban Krakatau, BAZNAS Beri Penghargaan Kemanusiaan
- Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Ajak Daerah Sukseskan 13 Program Prioritas
- Catat, Inilah Nama-nama 100 Penerima Penghargaan Penggerak Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
- Perkuat Layanan Mustahik, BAZNAS Bangun Tata Kelola Berbasis Sistem
Buka International Zakat di Senayan, BAZNAS : ZIS Bagian Penting Ekosistem Ekonomi Syariah

Jakarta (Bisnis
Syariah.co.id) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan peran
strategis zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam memperkuat ekosistem ekonomi
syariah dan mendorong kemandirian umat. Melalui pengelolaan dana umat yang
optimal, zakat diharapkan semakin berkontribusi dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., saat membuka International
Zakat Leader Summit bertema “The Future of Zakat: Advancing Innovation,
Strengthening Collaboration, and Building Sustainable Impact” di Jakarta, Sabtu
(17/10/2026). Dalam sambutannya, Sodik mengatakan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) merupakan
bagian penting dari ekosistem ekonomi syariah yang mendorong pertumbuhan
berkeadilan.
“Jadi, kita harus
menempatkan diskusi-diskusi kita tentang zakat, infak, sedekah itu dalam
konteks, dalam tempat sistem ekonomi Islam atau sistem ekonomi syariah yang
Alquran menjamin itu akan memberikan tumbuh berkeadilan,” ujar Sodik. Ia
menambahkan, BAZNAS turut mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui
dukungan legalitas halal bagi pelaku usaha kecil, penghimpunan ZIS, dan
peningkatan literasi masyarakat.
Baca Lainnya :
- Sisihkan 79 Peserta, BAZNAS Berhasil Meraih Juara 1 Public Relation Excellence Awards 20260
- Raih Penghargaan BAZNAS, ANGKASA Malaysia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Umat0
- Empati Terhadap Penderitaan Keluarga Korban Krakatau, BAZNAS Beri Penghargaan Kemanusiaan0
- Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Ajak Daerah Sukseskan 13 Program Prioritas0
- Catat, Inilah Nama-nama 100 Penerima Penghargaan Penggerak Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 20260
“BAZNAS juga mendorong
tentang industri halal. Beberapa pengusaha kecil kita dukung untuk mendapatkan
legalitas industri halal. BAZNAS tentu mobilisasi zakat, infak, sedekah. BAZNAS
juga adalah memberikan literasi tentang zakat, infak, sedekah,” ungkapnya. Sementara
itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin,
MA., mengatakan masa depan zakat tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang
dihimpun, tetapi juga kualitas pengelolaan, profesionalisme amil, regulasi,
ketepatan sasaran, dan dampak yang dihasilkan.
“Masa depan zakat tidak cukup ditentukan oleh besarnya dana yang dihimpun. Keberhasilan juga sangat tergantung pada kualitas dan profesionalisme para amil, kualitas regulasi, ketepatan sasaran, kemampuan membuktikan dan menunjukkan dampak bagi masyarakat,” ujar Kamaruddin.
Senada dengan hal
tersebut, Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF), H.E. Datuk Dr.
Mohd Ghazali Md Noor, menilai BAZNAS berperan strategis dalam pengembangan
keuangan sosial Islam global melalui program zakat produktif, penguatan tata
kelola, inovasi teknologi, dan kolaborasi internasional.
“Marilah kita memperkuat
tata kelola, merangkul inovasi yang bertanggung jawab, serta memperluas
kolaborasi antarlembaga dan antarnegara untuk membangun ekosistem zakat global
yang berlandaskan prinsip-prinsip bersama, keunggulan profesional, dan rasa
saling percaya,” ujar Datuk Ghazali.
Pada kesempatan tersebut,
Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dr.
Dadang Muljawan, menyambut baik kegiatan International Zakat Leader Summit. “Kegiatan
ini mempertemukan para pengelola zakat, pembuat kebijakan, praktisi, dan pakar
internasional dalam sesi dialog yang penting. Kami berharap diskusi ini dapat
menghasilkan rekomendasi yang praktis dan dapat ditindaklanjuti untuk
meningkatkan pengelolaan zakat ke depan,” ujarnya.
Hadir pula sebagai
narasumber dan panelis, Kuasa Usaha ad interim Negara Qatar, Saad M. El-Amadi,
Pimpinan Bidang Keuangan, Digitalisasi, dan Operasional BAZNAS RI, Dr. H.
Mokhamad Mahdum; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengendalian dan Pengawasan, Hj.
Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum.; Wakil Direktur Utama Pusat Pungutan Zakat,
MAIWP, Tuan Haji Azrin Dato' Haji Abdul Manan; Perwakilan Ummet Vakfi,
Abdulrahman Farwana; Wakil Sekretaris World Zakat and Waqf Forum, Prof. Dr.
Irfan Syauqi Beik; Direktur Utama IBF Net Group, Dr. Mohammed Obaidullah;
Ekonom Negara di Islamic Development Bank, Dr. Ali Fallahi; serta Kepala
Pembiayaan untuk Pembangunan dan Pertumbuhan Inklusif United Nations
Development Programme (UNDP), Nila Murti. (rio/rls)












