- Tingkatkan Kualitas Layanan KRL, Inilah Pesan Danantara Pada Direksi KAI : Susun Master Plan
- Sosialisasi Tabungan Haji, Christ Maharani Handayani Dorong Jemaah Rencanakan Biaya ke Tanah Suci
- Gelar Seminar Internasional Secara Online, BAZNAS Ajak Pelajar Bangun Jaringan Global Sejak Dini
- Inilah Pesan Inul Daratista, Usai Menerima Penghargaan Dari BAZNAS di Jakarta
- Christ Maharani Handayani Ajak Jemaah Siapkan Dana dan Kesehatan untuk Ibadah Haji
- Terungkap, Mengapa Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP
- Buka International Zakat di Senayan, BAZNAS : ZIS Bagian Penting Ekosistem Ekonomi Syariah
- Sisihkan 79 Peserta, BAZNAS Berhasil Meraih Juara 1 Public Relation Excellence Awards 2026
- Wow, Tahun Ini Bank Mandiri Sukses Menyabet Penghargaan Grand Champion
- Raih Penghargaan BAZNAS, ANGKASA Malaysia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Umat
Inilah Kronologis Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Jakarta (Bisnis
Syariah) – Menteri Perhubungan Budi menjelaskan, Presiden RI Joko Widodo telah
memberikan arahan langsung untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat
tersebut. Saat ini Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan Basarnas, KNKT,
TNI-Polri dan instansi terkait lainnya untuk melakukan upaya pencarian.
Kementerian Perhubungan
bersama stakeholder terkait seperti Basarnas, KNKT, Angkasa Pura II, Airnav
Indonesia, Sriwijaya Air, TNI POLRI, dan stakeholder terkait lainnya,
menyampaikan kronologis sementara peristiwa hilang kontak pesawat Sriwijaya Air
SJY 182 Rute Jakarta-Pontianak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1/2021).
"Kami bersama
Ketua KNKT, Basarnas dan TNI-Polri serta stakeholder bandara sedang berada di
Soekarno Hatta untuk berkoordinasi. Bahwa telah terjadi hilang kontak pesawat
udara Sriwijaya Rute jkt-pontianak call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak
pukul 14.40 WIB. Untuk itu kami turut prihatin atas kejadian ini," ujar
Menhub Budi dalam konferensi pers secara virtual di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,
Banten, Sabtu (9/1).
Baca Lainnya :
- Terapkan Protokol Kesehatan, Travel Ini Kembali Selenggarakan Pembelajaran Manasik Umrah0
- Berhasil Panen Sehari 127 Kg, Petani di Banten Ini Gembira Sekali0
- Sejak Covid Merebak, Penyaluran Bantuan BAZNAS Sedikit Terhambat0
- BAZNAS : 85 Persen Penyaluran ZIS Buat Penanganan Dampak Pandemi0
- Terinspirasi Gambar Perahu Nabi Nuh, BAZNAS Perkuat Mitigasi Resiko Pandemi0
Adapun secara teknis
kronologis sementara yang dapat dihimpun sebagai berikut : Pesawat Sriwijaya
SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36
WIB. Pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan
Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan
mengikuti Standard Instrument Departure.
Pukul 14.40 WIB,
Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat
melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk
melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, Pesawat
hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan : Basarnas,
Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.
Total penumpang Pesawat 50 orang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 Bayi), ditambah 12 orang (6 kru aktif dan 6 ekstra kru). Saat ini tim penyelamat telah menurunkan sejumah kapal untuk melakukan pertolongan, yaitu kapal dari KPLP Ditjen Perhubungan Laut, Kapal Basarnas (3 kapal dan 3 kapal karet, 2 sea rider), dan Kapal TNI Angkatan Laut (KRI Lalat, KRI Kurau, KRI Siwar, dan KRI Cut Nyak Dien yang sedang menuju TKP). “Mohon doa dari seluruh anggota masyarakat agar semua proses pencarian dan penyelamatan agar berjalan dengan lancar,” tutur Menhub. (rls/trj)













