- Inilah Pesan Inul Daratista, Usai Menerima Penghargaan Dari BAZNAS di Jakarta
- Christ Maharani Handayani Ajak Jemaah Siapkan Dana dan Kesehatan untuk Ibadah Haji
- Terungkap, Mengapa Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP
- Buka International Zakat di Senayan, BAZNAS : ZIS Bagian Penting Ekosistem Ekonomi Syariah
- Sisihkan 79 Peserta, BAZNAS Berhasil Meraih Juara 1 Public Relation Excellence Awards 2026
- Wow, Tahun Ini Bank Mandiri Sukses Menyabet Penghargaan Grand Champion
- Raih Penghargaan BAZNAS, ANGKASA Malaysia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Umat
- Danantara Ungkap Kualitas Pelayanan Juga Jadi Bagian Parameter Penilaian Kinerja Pimpinan BUMN
- Empati Terhadap Penderitaan Keluarga Korban Krakatau, BAZNAS Beri Penghargaan Kemanusiaan
- Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Ajak Daerah Sukseskan 13 Program Prioritas
Kerajaan Saudi : Pembangunan 800 Pemukiman Baru Israel Dapat Mengancam Perdamaian

Palestina (Bisnis Syariah) – Kementerian Luar Negeri Kerajaan Saudi Arabia kembali melayangkan protes keras atas keputusan Israel menyetujui pembangunan 800 unit pemukiman baru di Tepi Barat, Palestina. Selain itu, Kerajaan Saudi juga mengutuk kebijakan pembangunan tersebut dan menganggap itu dalah bentuk pelanggaran baru terhadap keputusan legitimasi internasional, serta dapat mengancam solusi perdamaian kedua negara.
Demikian dalam rilis yang disampaikan Saudi
Press Agency (SPA), Selasa, (12/01/2021), kemarin. Walhasil, setelah
menyampaikan bentuk protes itu dalam twitter, sontak langsung banyak mengundang
perhatian netizen berbagai negara. Seperti yang disampaikan oleh Qaari Muhammad
Sidiq, asal Pakistan, “Kami mengerti semua keputusan yang diambil oleh
pemerintah Saudi, akan selalu mendukung saudara-saudara Muslim di Palestina.
Perdamaian dengan Israel tidak akan terjadi, hingga Israel meninggalkan
Palestina.”
Sementara, dalam kesempatan terpisah, akun @amlalhazmi0 mengkritisi dengan mengomentari: “Normalisasi UEA dengan Israel atas dasar salah satu syaratnya adalah menghentikan perluasan pemukiman!! Sekarang kemana UEA dan para pendukungnya?”. Netizen lain bermama Abo Soltan juga menanggapinya dengan menyampaikan bahwa kesepakatan (perluasan pemukiman) ini hanya bisa terjadi atas persetujuan otoritas Palestina. Oleh karena itu, rakyat Palestina yang ditertawakan harus menyadari bahwa oknum pemerintahnya dan Israel satu ide. (rls/net)
Baca Lainnya :
- Bantu Evakuasi Korban Sriwijaya Air, BAZNAS Siapkan Perangkat Mobil Ambulans0
- BMKG : Waspada Cuaca Buruk 12 Hingga 18 Januari Mendatang0
- Dirikan Posko Kesehatan di Bandara, Alumni Petugas Haji Bantu Korban Sriwijaya Air0
- Ada Pesawat Jatuh di Kepulauan Seribu, BAZNAS Langsung Terjunkan Tim Penyelamat 0
- MUI : Sistem Riba Itu Menghasilkan Keserakahan, Ketidakpedulian dan Kesengsaraan0













