- Tingkatkan Kualitas Layanan KRL, Inilah Pesan Danantara Pada Direksi KAI : Susun Master Plan
- Sosialisasi Tabungan Haji, Christ Maharani Handayani Dorong Jemaah Rencanakan Biaya ke Tanah Suci
- Gelar Seminar Internasional Secara Online, BAZNAS Ajak Pelajar Bangun Jaringan Global Sejak Dini
- Inilah Pesan Inul Daratista, Usai Menerima Penghargaan Dari BAZNAS di Jakarta
- Christ Maharani Handayani Ajak Jemaah Siapkan Dana dan Kesehatan untuk Ibadah Haji
- Terungkap, Mengapa Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP
- Buka International Zakat di Senayan, BAZNAS : ZIS Bagian Penting Ekosistem Ekonomi Syariah
- Sisihkan 79 Peserta, BAZNAS Berhasil Meraih Juara 1 Public Relation Excellence Awards 2026
- Wow, Tahun Ini Bank Mandiri Sukses Menyabet Penghargaan Grand Champion
- Raih Penghargaan BAZNAS, ANGKASA Malaysia Apresiasi Kolaborasi Pemberdayaan Umat
MUI : Selama Pandemi 6,5 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan

Jakarta (Bisnis Syariah) –
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (KPEU MUI Pusat),
KH. Nuruzzaman mengatakan, diskusi ekonomi kali ini bisa menjadi lompatan besar
jika dapat menata ekonomi yang mampu berdampak langsung kepada umat.
“Saat ini kita sedang
menghadapi tekanan pandemi yang luar biasa. Banyak terjadi berbagai tekanan
hingga berujung kepada tekanan ekonomi yang bisa berdampak pada depresi.
Apalagi tekanan ini sudah memicu resesi. Tentunya, ini akan menjadi tanggung
kita bersama jika tekanan ini terus terjadi, dan menusuk hingga ke jantung
ekonomi. Ketika kemudian ada sebagian dari rakyat kita yang memiliki deposit, tidak
mengalami suatu kegoncangan, kecuali goncangan kelelahan. Kelelahan jiwa dan
kelelahan tekanan atas pandemi ini tapi terhadap masyarakat akar rumput ini
tekanannya luar biasa. Maka, empati ini harus kita berikan kepada masyarakat
akar rumput tersebut. Oleh sebab itu, pertemuan diskusi hari ini sangat kami
apresiasi,” pungkas Nuruzzaman saat menjadi nara sumber dalam kegiatan webinar Bincang
Ekonomi Umat berjudul : Pentingkah BUMN Syariah, Sabtu malam, (09/01/2021).
Sebab, lanjut dia, jika
masyarakat ini sudah tertekan secara ekonomi maka 1,6 juta orang kena PHK
(Pemutusan Hubungan Kerja). Dan bertambah terus. Terakhir, 6,5 juta orang kena PHK.
“Terkena Kehilangan pekerjaan. Ini harus kita pikirkan. Karena bagaimanan pun jua,
negara ini bisa ada karena keberadaan ownernya yaitu rakyat. Maka, kondisi 9
bulan yang tertekan ini memerlukan kehadiran negara. Sebab, rakyat saat ini
sedang berusaha bertahan hidup. Di sinilah negara perlu hadir, bersama-sama
dengan kita semua. Semoga pandemi ini segera berakhir,” ujarnya lagi. (rio)
Baca Lainnya :
- Inilah Kronologis Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air0
- Terapkan Protokol Kesehatan, Travel Ini Kembali Selenggarakan Pembelajaran Manasik Umrah0
- Berhasil Panen Sehari 127 Kg, Petani di Banten Ini Gembira Sekali0
- Sejak Covid Merebak, Penyaluran Bantuan BAZNAS Sedikit Terhambat0
- BAZNAS : 85 Persen Penyaluran ZIS Buat Penanganan Dampak Pandemi0













